BREAKING NEWS

Friday, August 9, 2013

NARUTO CHAPTER 642 VERSI TEKS



Tampak api hitam berukuran raksasa telah membakar tubuh Obito. "Apa kalian berhasil mengenainya!??" tanya Gamakichi. "Yah!!" ucap Naruto mantap. "Kita mengenainya sebelum ia bisa melindungi dirinya dengan benda hitam itu, jadi aku yakin kali ini pasti berhasil.." ucap hokage kedua.

Namun, ternyata Obito mampu bertahan. Obito dengan bola-bola hitamnya mendorong api hitam yang menyelimuti tubuhnya, melepaskannya dengan mudah. Tampak Obito benar-benar tak terkalahkan. "Tidak mempan sama sekali.." ucap hokage kedua.

"Kita tak bisa menyentuh benda hitam itu, dan mengenainya pun tidak mempan. Serangan dan pertahanannya benar-benar cepat.." ucap hokage keempat. "Dia tangguh.." ucap Sasuke. "Dia lebih sempurna dari diriku yang kumimpikan dalam mimpiku.." ucap Naruto.


"Kelihatan seperti dia mendapat kekuatan dari mimpinya.." ucap hokage keempat. "Aneh.." ucap hokage kedua menyadari sesuatu. "Seharusnya penyembuhan tanganmu yang dihancurkannya itu sudah dimulai, kan?"

Tampak lengan kanan hokage keempat yang hancur akibat serangan Obito memang belum pulih. "Sekarang aku telah memiliki kekuatan dari leluhur semua shinobi, jadi jangan menyamakanku dengan standar biasa kalian.." ucap Obito.

"Apa maksudmu.. teknikmu itu.." hokage kedua mulai cemas.
"Apa maksudnya??" hokage keempat tak mengerti.

"Hokage keempat, berhati-hatilah jangan sampai mendapat luka serius lagi, meskipun tubuhmu adalah Edo Tensei.." ucap hokage kedua. "Lelaki itu kemungkinan menggunakan teknik yang berdasarkan atas onmyoudon.. yang mampu mengubah semua ninjutsu menjadi bukan apa-apa.. dengan kata lain, meskipun dia menyerang tubuh Edo Tenseimu, kau tak akan mampu sembuh lagi.. dan mati."

Kenyataan ini membuat Minato dan yang lainnya semakin terpojokkan.

"Tangan kananmu mungkin tak akan beregenerasi kembali, jadi, kita harus lebih berhati-hati lagi.." ucap hokage kedua lagi

"Sasuke.." Naruto memanggil Sasuke. "Apa?"
"Kita harus bertarung sendirian, apa kau masih bisa lanjut??"
"Jangan meremehkan Uchiha.." ucap Naruto.

"Baiklah!! aku akan memasuki mode Kurama dan berubah menjadi Bijuu!!" Naruto mengerahkan chakranya, aliran chakra mengalir keluar dari tubuhnya, namun tiba-tiba boftt.. seketika chakra Naruto menghilang. "Uh??"

Hening..

"Jangan membuat keadaan jadi semakin sulit.." ucap hokage kedua. "Kalian ayah dan anak terkadang bisa jadi sangat bodoh ya, meskipun musuhnya sangat berbahaya.." lanjutnya. "Maafkan aku.." ucap hokage keempat.

"Kurama, berikan aku chakra lagi!!" ucap Naruto dalam alam bawah sadarnya. "Untuk sekarang hindarilah berubah ke mode Kyuubi dulu, kalau kau ingin masuk ke mode Bijuu secara total, kau harus menggunakan mode biasa sedikit lebih lama lagi.." ucap Kyuubi.

Di luar, Gamakichi tak mau berdiam diri. "Mizuame Teppou!!!" ia menyerang dengan mengeluarkan semacam tembakkan dari mulutnya. Tapi tentu saja, Obito mampu melindungi dirinya dengan mudah terhadap itu.

"Katak dari Myoubokuzan??"
"Gamakichi, apa yang kau lakukan!?? kau tahu kan kita harusnya menyerang dengan serangan kombinasi.."

"Maaf, tapi waktu Kuchiyoseku sudah hampir habis, aku hanya tak mau tidak melakukan apa-apa sebelum pergi.." ucap Gamakichi. "Aku mengapresiasi semangatmu, istirahatlah.." ucap Naruto. "Maaf!!" ucap gamakichi dan kemudian benar-benar menghilang.

Tampak tembakkan Gamakichi tadi masih lengket di prisai benda hitam Obito, Obito berusaha membersihkannya, dan dari sana Naruto menyadari sesuatu. "Hm? ini.." hokage kedua juga menyadarinya.


"Obito, bukankah kau ingin menjadi hokage?? kenapa kau melakukan ini semua!??" teriak hokage keempat.

Sementara itu, Naruto mulai memejamkan matanya, berkonsentrasi..

"Apa sekarang kau ingin menceramahiku?? tidakkah ini sedikit terlambat, sensei.." ucap Obito. "Kau selalu saja terlambat di saat-saat yang penting.." Obito teringat saat-saat kematian Rin, Minato tak ada sama sekali. "Aku senang guruku adalah Hokage.. itu membantuku untuk menghilangkan keinginanku untuk menjadi orang yang sama.." ucap Obito.

"Benar.." ucap hokage keempat dalam hati, dan kemudian teringat akan pertemuannya dulu dengan si lelaki bertopeng, yang baru sekarang ia ketahui kalau itu adalah Obito. "kalau saja waktu itu aku menyadari lebih awal kalau dia adalah Obito.. mungkin aku akan bisa menghentikannya. Dan mungkin.. Kushina tak akan mati.. mungkin Naruto tak akan menjadi jinchuuriki Kyuubi.. kalau saja.. aku menyadari kalau dia Obito.. dunia shinobi tak akan jadi seperti sekarang ini.."

"Kau tak menyadari aku meskipun kau adalah guruku, pada akhirnya kau bukanlah orang yang hebat.." ucap Obito. "Menyedihkan sekali, kau mati sebagai pahlawan dan kini kau menunjukkan pada anakmu betapa menyedihkannya hidupmu.. ya, hokage benar-benar tak ada apa-apanya dibanding aku yang sekarang .."

Naruto terus berkonsentrasi, dan akhirnya siap. Hokage kedua menyadari hal itu. "ternyata dia bukan orang bodoh, dia menyadarinya.." pikir hokage kedua.

Naruto kini telah siap dengan Rasengan di tangan kanannya. "Jangan menjelek-jelekkan hokage hanya karena kau tak bisa menjadi hokage.." ucap Naruto. "Naruto.. kau.."

Sattt, hokage kedua menghilang dan kini tekah berada di belakang Naruto..
"Dan yang lebih penting.."

Saattt!! hokage kedua dan Naruto yang disentuhnya tiba-tiba saja menghilang. "Jangan menjelek-jelekkan ayahku yang telah menjadi hokage!!!!!!"

Bammmb!!!!!!! ternyata hokage kedua dan Naruto muncul di belakang Obito, dan rasengan Naruto langsung mengenainya, tepat, terjadi ledakkan hebat dan tampak Obito menahan rasa sakit. "Serangannya bekerja?? bagaimana bisa??" Sasuke tak mengerti.

"Meski ninjutsu tak bekerja padanya, kelihatannya ini bekerja.." pikir hokage kedua.
"Tampaknya senjutsu mempan padanya.."

Memang, Naruto sejak tadi mempersiapkan Sage Mode, Senjutsu. "Serangan senjutsu yang tadi dilesatkan oleh katak dari Myoubokuzan itu tak bisa dihapusnya..."

"Sialan kau!!!!" serangan Naruto membuat Obito jatuh hingga membentur tanah.

"Dia bisa menggunakan senjutsu sama seperti Jiraiya-sensei??" Minato baru menyadarinya. "Dia telah menjadi bocah baik yang benar-benar menyayangi orang tuanya, Minato.." bayangan monster raksasa tampak dari belakang tubuh Minato. "Dia bahkan mampu membujuk setengah diriku yang lainnya.." bayangan itu tak lain adalah sang monster, Kyuubi.

Share this:

5 comments :

  1. mantab gan cerita nya
    komen balik ke softwere untuk mengoptimalkan PC kalian http://nothmarhiel.blogspot.com/2013/08/download-defraggler-215741.html

    ReplyDelete
  2. wow udah 642 nih
    di video masih 324
    film naruto emang bnyak digemari
    thx infoya ya gan!!

    ReplyDelete
  3. thanks ceritanya, menarik sekali, ini blog saya, aldirahmanuntoro.blogspot.com, sekali baca cerita diatas g bisa berhenti, salam blogger

    ReplyDelete
  4. keren ceritanya kalo saja udah ada video nya pasti lebih seru....
    jangan lupa kunjungi :
    http://ridwan413.blogspot.com/

    ReplyDelete
  5. @ridwan: Yoii setuju.. tapi belom sampe gan video'a masih chapter 324, kaya'a masih lama kalo video'a sampai chapter 642 :)

    ReplyDelete

Perhatian!! Berkomentarlah yang RELEVAN dan Baik sesuai dengan Isi Artikel

NO IKLAN / SPAMMING DALAM BENTUK APAPUN
NO LINK AKTIF
NO SARA

CATATAN:
Komentar yang hanya berisi:
-Makasih gan
-Sipp
-Nice Info, gan makasih
-Bagus gan artikelnya

TAKKAN KAMI TAMPILKAN




Bagi Kalian yang tidak memiliki ID G+ atau Blog, kalian masih bisa berpartisipasi dengan menggunakan Open ID dengan mengisi ID Facebook Kalian

 
Back To Top
Copyright © 2014 Ikubaru's Blogzia. Designed by OddThemes